maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
Cari Baju Impor Bekas di TikTok di Shopee Lebih Sulit, Ini 4 Fakta

Cari Baju Impor Bekas di TikTok di Shopee Lebih Sulit, Ini 4 Fakta

Cari Baju Impor Bekas di TikTok di Shopee Lebih Sulit, Ini 4 Fakta


Jakarta

Pemerintah terus berupaya mencegah peredaran menggunakan pakaian impor di Indonesia. Salah satunya adalah produk yang sering beredar melalui toko online hingga e-commerce.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, pihaknya hari ini menggelar pertemuan dengan beberapa kementerian dan lembaga (K/L) serta perwakilan e-commerce. E-commerce yang hadir antara lain iDEA, Tokopedia, Lazada, Blibli, TikTok, Shopee. Serta perwakilan dari Meta dan Google.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, penjualan pakaian bekas impor ilegal melalui e-commerce berdampak paling besar terhadap penurunan penjualan pakaian lokal, terutama dalam dua tahun terakhir.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Komplain yang kami terima dari masyarakat tekstil Indonesia dan UKM yang memproduksi pakaian memang benar ketika keluar di media sosial, justru produksi mereka yang turun signifikan. Kemarin kami juga bertemu dengan Kementerian Perindustrian,” ujarnya. Kementerian Koperasi dan UKM. , Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2023).

1. Hapus 40.000 Link Jual Baju Import Bekas

Dari hasil pertemuan yang dilakukan, tercapai kesepakatan dengan e-commerce untuk menghapus link penjualan baju dan sepatu bekas. Kedepannya, para e-commerce ini juga berkomitmen melakukan pemantauan secara terus menerus untuk menghentikan peredaran barang-barang ilegal tersebut.

“Saat ini ada sekitar 40.000 link yang dihapus. Ke depannya, rekan-rekan dari e-commerce, social commerce akan melakukan pemantauan,” kata Plt Dirjen Perlindungan Konsumen dan Perdagangan (PKTN) Kemendag Moga Simatupang .

Sementara itu, Ketua Logistik Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Even Alex Chandra mengatakan, 40.000 tautan tersebut berasal dari kompilasi yang ditemukan di antara seluruh anggota e-commerce IdEA hingga Maret 2023.

“Dari sekian banyak iklan yang disampaikan oleh kementerian sebenarnya sudah berkurang. Tidak hanya dikurangi, polisi juga meminta data dari anggota marketplace kami, dan anggota kami langsung memberikan datanya untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian,” jelasnya. .

2. Sulit menghilangkan biang keladi impor baju bekas secara online

Meski begitu, ada sejumlah kendala yang harus diatasi untuk menyelesaikan kasus ini. Bahkan, ia mengibaratkan proses penyingkiran produk ilegal dari internet seperti kucing dan tikus.

“Kucing dan tikus, perubahan kata kunci sudah dijelaskan tadi. Contoh yang kita temui, indikasi pertama adalah pada minggu-minggu pertama isu mulai ramai. Dulu kata bal, sekarang pakai kata karung, jadi tim harus terus mencari. ,” kata Even.

Meski ditambahkan juga, semakin banyak pedagang ini datang ke sini, semakin pintar mereka. Semula mereka memasang gambar berupa karung berisi baju, kini berganti menjadi baju biasa agar keberadaannya tidak terlalu terlihat.

“Atau misalnya mereka tidak menggunakan kata bekas, mereka menggunakan preloved misalnya. Itu sebenarnya seperti itu, jadi harus berkoordinasi dengan kementerian dan asosiasi juga,” katanya.

Setelah proses take down dilakukan, jumlah barang ilegal yang dijual di e-commerce dan social commerce langsung berkurang. Hanya saja banyak pengusaha yang menjual kembali barangnya dengan cara-cara di atas sehingga masalah ini tidak terselesaikan.

Bersambung ke halaman berikutnya.