maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
Negara-Negara ASEAN Akan Melakukan Transaksi Menggunakan Mata Uang Lokal, Bye US Dollars!

Negara ASEAN Mau Transaksi Pakai Mata Uang Lokal, Dolar AS Terbengkalai?

Negara-Negara ASEAN Akan Melakukan Transaksi Menggunakan Mata Uang Lokal, Bye US Dollars!

Jakarta

Konferensi Tingkat Puncak (KTT) ASEAN 9-11 Mei 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi mengatakan, ada beberapa kesepakatan yang akan dihasilkan dari KTT ASEAN.

Salah satunya adalah perjanjian untuk menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS). Namun, Edi menegaskan LCS tidak bermaksud pergi Dolar Amerika.

“Saya tegaskan di sini local currency settlement (LCS) bukan untuk de-dolarized, tapi bagaimana kita mengefisienkan perdagangan lintas batas,” kata Edi dalam diskusi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (12/10). . /4/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Ia membantah jika ASEAN atau BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) akan berusaha menghilangkan ketergantungan terhadap dolar. Pasalnya, di tahun pertama pandemi COVID-19, Indonesia sudah menerapkan LCS.

“Ini sudah banyak diedarkan oleh ASEAN dan BRICS akan berusaha keluar dari ketergantungan dolar, tidak. Karena meski baru tahun pertama pandemi, LCS sudah kita lakukan. LCS sudah kita lakukan,” terangnya. Edi.

Melalui LCS banyak manfaat yang diharapkan dapat diperoleh. Misalnya mengurangi beban selisih harga, hingga mengefektifkan transaksi perdagangan antar negara.

“Harapannya kita ada volatilitas dari nilai tukar, kalau kita menggunakan mata uang lokal dalam satu kali transaksi akan menurunkan inflasi. Kedua, tidak ada beban selisih biaya,” kata Edi.

“Jadi tujuannya agar efisien untuk mengurangi non tariff trade barrier,” lanjut Edi.

Selain mata uang lokal. KTT ASEAN juga diharapkan dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik.

“Pertama untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik regional,” pungkasnya.

(hons/hons)