maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
Penjelasan Sri Mulyani tentang data transaksi Rp.  3,3 T, yang berbeda dari Rp.  35 Q oleh Mahfud

Penjelasan Sri Mulyani tentang data transaksi Rp. 3,3 T, yang berbeda dari Rp. 35 Q oleh Mahfud

Penjelasan Sri Mulyani tentang data transaksi Rp.  3,3 T, yang berbeda dari Rp.  35 Q oleh Mahfud

Jakarta

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun akhirnya buka suara soal ketidaksesuaian data antar kerabatnya transaksi aneh Rp 349 triliun dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md.

Sebelumnya, DPR mempertanyakan ketidaksesuaian data yang disampaikan Mahfud. Di mana pada kelompok pertama Sri Mulyani menyebut transaksi ganjil hanya Rp 3,3 triliun, sedangkan Mahdus Rp 35 triliun.

Menurut Sri Mulyani, uang Rp 3,3 triliun yang disampaikannya hanya menjadi kewenangan Kementerian Keuangan. Dia mengatakan, sementara data lainnya mencapai Rp 35 triliun, Mahfud mengatakan ada yang terkait dengan korporasi dan tidak ada hubungannya dengan Kementerian Keuangan.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Pak Menko serahkan Rp 35 triliun dan kita serahkan Rp 3,3 triliun. Yang kita serahkan Rp 3,3 triliun sebenarnya terkait dengan Kemenkeu. (Dana) Rp 18,7 triliun data korporasi, sisanya Rp. 13 triliun itu data nama-nama pegawai Kementerian Keuangan surat yang dikirim ke APH, 64 surat dengan nilai transaksi Rp 13 triliun,” kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi III DPR, Selasa (11/4). / 2023).

Bendahara negara mengatakan, tidak semuanya menerima surat dari PPATK, sehingga hanya fokus pada surat yang dilaporkan ke Kementerian Keuangan. Dia juga menjelaskan mengapa dia menyerahkan Rp 3,3 triliun dalam rapat Komisi XI beberapa waktu lalu.

“Kami hanya mendapat informasi dari PPATK soal nomor surat itu, kami tidak bisa menjelaskan lebih lanjut. Makanya di Komisi XI kami fokuskan abu-abu karena itu surat ke kami dan kami bisa buka kembali semua data soal surat itu,” jelasnya.

Dia menegaskan itu perbedaannya, tapi hanya soal perbedaan presentasi antara dia dan Mahfud yang mengatakan Rp 35 triliun.

“Itulah bedanya, penyajiannya sama tapi berbeda, Pak Menko menyerahkan Rp 35 triliun karena semuanya menyebut nama-nama pegawai Kementerian Keuangan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan sebelumnya, Mahfud membagi transaksi ganjil Rp 349 triliun ke dalam tiga kelompok Laporan Hasil Analisis (LHA). Yang pertama adalah kelompok transaksi keuangan mencurigakan dengan pegawai Kementerian Keuangan.

Namun, kata Mahfud, angka tersebut berbeda dengan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Angka yang disampaikan Sri Mulyani adalah Rp 3,3 triliun, sedangkan versi Mahfud Md Rp 35 triliun.

“Data konsolidasi transaksi keuangan senilai Rp 349 triliun terbagi menjadi tiga kelompok. Transaksi keuangan mencurigakan dilakukan oleh pegawai Kementerian Keuangan. Kemarin, Ibu Sri mengatakan Mulyani di Komisi 11 ini hanya Rp 3 triliun ya, Rp 35 triliun. Data ini nanti Anda kumpulkan,” ujarnya dalam RDP bersama komisi III DPR RI, Rabu (29/3/2023).

(ada/dna)