maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
PP 24/2022 Menjamin Pendanaan Lebih Cepat dan Mudah bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

PP 24/2022 Menjamin Pendanaan Lebih Cepat dan Mudah bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

PP 24/2022 Menjamin Pendanaan Lebih Cepat dan Mudah bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Jakarta

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan keberadaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 akan menjamin akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku ekonomi kreatif.

Dalam PP, pengusaha kreatif dapat mengajukan pembiayaan yang dijamin dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang terdaftar di lembaga keuangan bank dan non bank. Saat ini, skema pembiayaan kelembagaan bank tersebut masih dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun PP 24/2022 penting untuk disosialisasikan agar manfaat dan keberadaan regulasi ini dipahami sepenuhnya oleh para pelaku Ekonomi Kreatif.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Sosialisasi ini tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran atau minat masyarakat terhadap KI (Kekayaan Intelektual) itu sendiri tetapi juga sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan (terkait skema pembiayaan berbasis IP),” kata Angela dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/4/2023). . .

Lebih lanjut Angela mengungkapkan, PP 24/2022 juga mengatur skema pembiayaan alternatif bagi wirausaha kreatif. Misalnya, dalam PP 24/2022 Pasal 15 ayat 1 tentang Pengembangan Sumber Pembiayaan Alternatif disebutkan bahwa “Pemerintah dapat mengembangkan sumber pembiayaan alternatif di luar mekanisme lembaga pembiayaan”.

Alternatif pembiayaan yang dimaksud adalah layanan pembiayaan terintegrasi berbasis teknologi informasi, dan/atau penawaran jaminan melalui crowdfunding berbasis teknologi informasi atau lebih dikenal dengan crowdfunding.

Di sisi lain, PP 24/2022 Pasal 7 dan 8 menyebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi pengusaha kreatif agar memperoleh pembiayaan dengan mudah dan cepat.

Sementara itu, CEO Bizhare, platform investasi bisnis dengan sistem crowdfunding sekuritas, Heinrich Vincent mengatakan, pihaknya membuka peluang bagi masyarakat untuk mendanai pelaku kreatif berbasis IP melalui saham, obligasi, dan sukuk.

Ia berharap pembiayaan alternatif ini memberikan kemudahan dan kecepatan bagi para pelaku usaha kreatif untuk mengembangkan produknya.

“Bizhare merupakan wadah untuk mempertemukan investor dengan pelaku bisnis dan Ekonomi Kreatif, untuk berinvestasi bersama dengan masyarakat di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ke depannya, skema pembiayaan berbasis IP dengan skema crowdfunding akan diterapkan di berbagai subsektor kreatif seperti event, musik, kuliner, dan film.

Pelaku ekonomi kreatif juga dapat mengajukan proposal pendanaan dan kegiatan ekonomi kreatif telah dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, mereka juga dapat memiliki surat pendaftaran atau sertifikat kekayaan intelektual, menjalani verifikasi usaha ekonomi kreatif dan pendaftaran kekayaan intelektual yang dijadikan agunan, serta melalui proses evaluasi kekayaan intelektual yang dijadikan agunan.

(fhs/ega)