maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
Sinyal anti-complain muncul, IHSG berpeluang rebound saat ini

Sinyal anti-complain muncul, IHSG berpeluang rebound saat ini

Sinyal anti-complain muncul, IHSG berpeluang rebound saat ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,32% ke level 6.771,23 pada Senin (10/4/2023). Akibatnya, IHSG melemah selama 3 hari berturut-turut.

Sebanyak 369 saham jatuh, 182 saham flat dan hanya 179 saham naik.

Nilai transaksi tersebut relatif rendah atau hanya mencapai sekitar Rp 7,48 triliun dengan volume perdagangan 18,22 miliar saham.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Pada Senin, penghambat utama IHSG adalah PT Gojek Tokopedia dengan 13,98 poin indeks dan Merdeka Copper Gold (4,49 poin indeks). PT Bank Mandiri juga terpantau melemah, turun 1,45%, menjadi pemberat ketiga bagi IHSG.

Pelaku pasar akan memantau beberapa sentimen kunci yang mempengaruhi IHSG minggu ini. Fokus utamanya adalah data inflasi AS yang akan dirilis Rabu (12/4/2023). Data ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana The Fed akan mengambil langkah ke depan terkait dengan menaikkan suku bunga.

Sikap investor cenderung wait and see setelah tanda-tanda penurunan ekonomi AS sebelumnya semakin terlihat. Resesi di sektor manufaktur semakin dalam di bulan Maret dan PMI dilaporkan di 46,3, berkontraksi selama lima bulan berturut-turut dan di level terendah sejak Mei 2020.

Namun, dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat dan inflasi yang sulit diturunkan, pasar sekali lagi memprediksi bahwa Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan Mei.

Selain itu, sentimen The Fed menjadi momok yang mengerikan bagi pasar keuangan negara. Ketegangan antara suku bunga dan harga saham akan berlanjut pekan depan, karena investor terus menggali indikasi sikap hawkish The Fed untuk beberapa bulan ke depan.

Kondisi ekonomi dua raksasa dunia yang juga mitra dagang utama RI, China dan Amerika Serikat, juga akan mempengaruhi pasar pada pekan ini.

Dari AS, akan ada rilis data ekonomi penting terkait ekspektasi inflasi konsumen dan pidato pejabat Fed yang akan memberikan sinyal tentang suku bunga.

Sedangkan dari China, investor fokus pada data inflasi, indeks harga produsen, dan data neraca perdagangan terkait ekspor-impor.

Di dalam negeri, beberapa data ekonomi penting juga dirilis, antara lain data cadangan devisa Maret, indeks kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel.

Pagi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir Maret 2023 sebesar US$ 145,2 miliar. Realisasi ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya US$ 140,3 miliar.

Demikian siaran pers dari Bank Indonesia yang diterima CNBC Indonesia, Senin (10/4/2023). Dijelaskan, peningkatan posisi cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah.

Angka tersebut jauh melampaui perkiraan para ekonom yang disusun oleh Tradingeconomics, yang memperkirakan data cadev akan naik menjadi US$141 miliar.

Hari ini, investor akan mencermati pergerakan pasar Wall Street AS yang akan diwarnai dengan dimulainya laporan keuangan dari kuartal pertama ke Asia.

Selain musim keuangan, akan ada beberapa rilis data ekonomi makro hari ini.

Misalnya indeks kepercayaan konsumen Australia bulan April yang akan dirilis pada Selasa pagi pukul 07.30 WIB dan kepercayaan bisnis Australia bulan Maret yang akan dirilis pada pukul 08.30 WIB.

Selain itu, angka inflasi tahunan China pada Maret 2023 juga akan dirilis pada pukul 08.30 WIB. Ekonom yang disusun oleh Tradingeconomics memproyeksikan bahwa inflasi China akan naik menjadi 2,0%.

Di dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga akan dirilis mulai Maret 2023 yang diperkirakan turun menjadi 113, dari sebelumnya 122,4.

Analisis Teknis

Foto: Teknis
teknis

IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian dan menggunakan pivot point Fibonacci untuk menemukan resistance dan support terdekat.

Pada Senin (10/4), IHSG tak mampu mendekati resistance kuat berupa moving average (MA) 50 (6.819). Kabar baiknya, IHSG mampu bertahan di atas pivot 6.745 dan membentuk pola hammer yang berpotensi menjadi indikator reversal.

Pergerakan IHSG juga terlihat dari indikator teknikal lainnya seperti Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

RSI adalah indikator momentum yang membandingkan besarnya kenaikan dan penurunan harga baru-baru ini selama periode waktu tertentu.

Indikator RSI berfungsi mendeteksi kondisi jenuh beli di atas level 70-80 dan kondisi jenuh jual di bawah level 30-20. Pada grafik harian posisi RSI turun menjadi 48,95.

Sementara itu, dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), grafik MACD masih berada di atas garis sinyal dengan potensi penyempitan. Sedangkan histogram kembali membentuk bar positif, meskipun dengan skala yang lebih kecil.

Kini, selama bisa bertahan di atas level support 6.745, IHSG berpotensi menguat terbatas dan menguji level psikologis 6.800 sebelum menentukan arah selanjutnya.

Jika gagal menahan level support ini, support berikutnya berada di level psikologis 6.700.

PENELITIAN CNBC INDONESIA

[email protected]

Penafian: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berupa insight oleh CNBC Indonesia Research, divisi riset CNBC Indonesia. Ulasan ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau aset dari sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada pembaca, jadi kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Roller Coaster JCI di Sesi 1, Sesi 2 Mau Kemana?

(trp/trp)