maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
THR Belum Dibayar?  Ini Aturan Lengkap Pembayaran THR Pribadi Tahun 2023

THR Belum Dibayar? Ini Aturan Lengkap Pembayaran THR Pribadi Tahun 2023

THR Belum Dibayar?  Ini Aturan Lengkap Pembayaran THR Pribadi Tahun 2023

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengatur mekanisme pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai acuan Kepala Dinas Tenaga Kerja di masing-masing provinsi.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) M//HK.0400/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2023 Bagi Pekerja/Karyawan di Perusahaan.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Lalu bagaimana dengan pengaturan pembayaran THR untuk pegawai swasta?

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengungkapkan yang terpenting, THR 2023 harus diberikan paling lambat H-7 Lebaran dan harus dibayar lunas, tidak boleh dicicil. Artinya, THR harus sudah diterima pekerja/karyawan pada 15 April 2023.

“THR harus dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Harus dibayar lunas! Tidak bisa dicicil,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah dalam Konferensi Pers Virtual Kebijakan Pembayaran THR Keagamaan Tahun 2023, dikutip Jumat (7/4/2023).

Dan keputusan kedua adalah siapa yang berhak menerima THR. Menurut Ida, THR keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pemberi kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak terbatas atau perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).

Pekerja atau pekerja yang telah bekerja selama 1 bulan, terus menerus atau lebih, baik yang mempunyai hubungan berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) termasuk pekerja atau buruh harian lepas yang memenuhi persyaratan sesuai dengan undang-undang,” katanya.

Kemudian untuk besaran THR 2023 yang mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Karyawan di Perusahaan. Berikut besaran THR 2021 yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan:

Bagi Pekerja/Karyawan yang telah bekerja terus menerus selama 12 bulan atau lebih, THR akan diberikan sebesar upah sebulan. Sedangkan pekerja/buruh yang telah bekerja terus menerus selama 1 bulan, tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan lamanya bekerja, dengan rumus (waktu kerja x gaji 1 bulan: 12).

“Besarnya THR bagi pekerja atau pekerja yang telah bekerja terus menerus selama 12 bulan atau lebih diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja atau pekerja yang telah bekerja selama 1 bulan terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan gaji diberikan secara proporsional ,” dia berkata.

Ida juga mengatakan akan ada sanksi khusus bagi perusahaan yang tidak membayar THR secara penuh atau mencicil pekerja/pekerja. Sanksi ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Sanksi berupa:

1. Pengenaan sanksi berupa teguran tertulis,

2. Pembatasan kegiatan usaha,

3. Penghentian sementara atau sebagian alat produksi,

4. Pembekuan kegiatan usaha.

“Kita semua berharap hal itu tidak terjadi. Kami minta perusahaan mematuhi aturan yang ada,” ujarnya.

Menurut Ida, saat ini tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak membayar atau membayar THR. Menurutnya, situasi ekonomi Indonesia membaik pascapandemi Covid-19.

“Dalam kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang sudah pulih, tentunya tidak ada lagi cerita perusahaan tidak membayar THR,” ujarnya.

Terakhir, Ida juga menitipkan pesan khusus kepada para gubernur di seluruh Indonesia. Pesan pertama, upayakan agar perusahaan di provinsi dan kabupaten membayar THR Keagamaan sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dan kedua, perusahaan diimbau membayar THR Keagamaan lebih awal sebelum jatuh tempo kewajiban membayar THR Keagamaan.

Ketiga, membentuk posko atau posko ketenagakerjaan untuk pelayanan konsultasi dan penegakan hukum tunjangan hari raya keagamaan tahun 2023 di setiap provinsi dan kota kabupaten, serta melakukan interpretasi melalui website poskothr.kemnaker.go.id.

Sedangkan keempat mengawasi pelaksanaan pemberian THR Keagamaan di daerah masing-masing.

“Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dengan penjelasan ini pelaksanaan THR Keagamaan 2023 bagi pekerja atau pekerja di perusahaan dapat berjalan dengan baik. Atas perhatian semua pihak saya ucapkan terima kasih,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Jangan Lupa Bos! Tanggal Wajib Pencairan THR Tanggal Ini

(Firda Dwi Muliawati/fsd)